Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah dengar cairan infus rumah sakit harus diracik sangat akurat supaya sel darah pasien tidak mengkerut atau pecah? Rahasia takarannya ada di hitungan sifat koligatif larutan seperti lima kasus yang akan kita pecahkan ini!
Soal pertama, kita punya 17,1 gram gula dalam 500 mili liter air. Karena gula non-elektrolit, kita langsung hitung Molaritasnya, lalu masukkan ke rumus tekanan osmotik pi sama dengan M kali R kali T.
Soal kedua, mencari massa urea yang isotonik dengan glukosa. Isotonik ibarat timbangan seimbang, artinya tekanan osmotiknya sama. Kita cukup setarakan Molaritas urea dengan Molaritas glukosa.
Hati-hati jebakan! Memasukkan satu sendok gula dan satu sendok garam ke air efeknya beda. Garam akan pecah jadi banyak partikel ion. Inilah kenapa kita butuh faktor van't Hoff atau i untuk zat elektrolit.
Di soal ketiga, asam cuka adalah elektrolit lemah yang terionisasi enam puluh persen. Ia pecah jadi dua ion, jadi n sama dengan dua. Hitung nilai i dulu, baru masukkan ke rumus kenaikan titik didih.
Soal keempat, tembaga dua klorida terionisasi sempurna. Satu molekulnya mutlak pecah jadi tiga ion, jadi i langsung sama dengan tiga. Tinggal kalikan dengan molalitas dan K f untuk dapat penurunan titik bekunya.
Soal kelima menggabungkan isotonik dan elektrolit! N a C l pecah jadi dua ion, sedangkan urea utuh. Jadi, Molaritas N a C l dikali dua harus sama dengan Molaritas urea dikali satu.
Sebagai rangkuman, selalu cek apakah zatnya elektrolit atau bukan, dan jangan sampai tertukar antara Molaritas yang pakai volume larutan, dengan Molalitas yang pakai massa pelarut. Ketelitian ini sangat krusial!