Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah heran kenapa orang menaburkan garam di jalan bersalju agar esnya cair, atau kenapa kuah mi instan lebih lama mendidih dibanding air putih biasa? Ternyata, jumlah zat terlarut mengubah sifat air. Inilah Sifat Koligatif.
Sebelum menghitung efeknya, kita butuh alat ukur keramaian partikel. Bayangkan melarutkan satu sendok gula ke satu kilogram air. Kenalkan rumus kemolalan, dilambangkan m kecil, dan perbandingan partikel atau fraksi mol, dilambangkan X besar.
Partikel gula menghalangi air menguap sehingga butuh panas ekstra, dan mengganggu es membeku sehingga butuh suhu lebih dingin. Rumusnya, delta T b sama dengan m kali K b, dan delta T f sama dengan m kali K f.
Pindah dari suhu ke tekanan. Akar tanaman menyerap air karena cairan di dalamnya lebih pekat. Rumus tekanan osmosis, pi, sama dengan M kali R kali T.
Hati-hati jebakan jumlah partikel! Ingat, satu mol gula tidak sama dengan satu mol garam natrium klorida. Garam pecah jadi dua ion. Kenalkan faktor Van't Hoff, i. Semua rumus tadi wajib dikali i untuk elektrolit.
Coba kita bandingkan. Diberikan satu molal glukosa versus satu molal natrium klorida. Mana yang esnya lebih sulit membeku atau penurunannya paling besar?
Glukosa itu non-elektrolit, i nya satu, penurunannya satu kali K f. Natrium klorida itu elektrolit, i nya dua, penurunannya satu kali dua kali K f. Tentu natrium klorida menang!
Terjawab sudah pertanyaannya! Garam ditabur di salju karena sifat elektrolitnya menggandakan efek penurunan titik beku, memaksa es mencair! Semua murni bergantung pada jumlah partikelnya.