Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah perhatikan kenapa ayam sering terjebak amblas di tanah becek, sedangkan bebek santai saja melenggang seolah melayang di atas lumpur?
Coba kita perhatikan bentuk kakinya. Kaki ayam itu kurus dan bercakar, sementara kaki bebek punya selaput yang lebar.
Mari kita anggap ayam dan bebek ini sama-sama gemuk, beratnya dua kilogram. Artinya, gaya tekan mereka ke tanah sama-sama dua puluh Newton.
Sekarang kita ukur luas pijakannya. Luas telapak kaki ayam ternyata cuma sepuluh sentimeter persegi, sedangkan bebek berkat selaputnya mencapai empat puluh sentimeter persegi!
Hati-hati, banyak yang mengira bebek tidak amblas karena badannya lebih ringan atau bulunya anti air. Salah besar! Ini murni masalah luas telapak kaki.
Mari kita hitung beban yang ditanggung tanah. Untuk ayam, dua puluh Newton dibagi sepuluh sentimeter persegi, jadi dua. Untuk bebek, dua puluh dibagi empat puluh, cuma setengah!
Tanah becek itu tidak kuat menahan beban dua Newton per sentimeter persegi, makanya ayam amblas. Tapi tanah masih kuat menahan setengah Newton, jadi bebek aman.
Inilah wujud nyata dari konsep Tekanan, disimbolkan P sama dengan F per A. Gayanya sama, tapi luas area bebek lebih besar, sehingga tekanannya jauh lebih kecil.
Sama persis seperti kita. Coba bayangkan pakai sepatu hak tinggi di atas rumput basah, pasti amblas. Tapi kalau pakai sepatu kets yang tapaknya lebar, kita aman.
Jadi, bebek seolah melayang di tanah becek bukan karena sihir, melainkan karena selaput kakinya memperbesar luas permukaan dan memperkecil tekanan!