Bacaan untuk soal nomor 2 dan seterusnya
Hadimya bahasa Indonesia sebagai identitas diri negeri ini hendaknya menjadi sesuatu yang hanus diamati dan dikembangkan lebih dalam. Tidak dapat dipungkiri bahwa bahesa Indonesia terkadang dinomorduakan, bahikan ada yang mengatakan bahwa bahasa asing lebih mengandung unsur kekinian daripada bahasa Indonesia. Mungkin inilah yang menyebabkan budaya literasi di Indonesia masih berada pada angka yang rendah. Data UNESCO 2012 menyebutkan bahwa indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Rendahnya indeks tersebut mengimplikasikan butuh banyak waktu dan tenaga untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya membaca dan menulis. Terlebih lagi sasarannya adalah orang-orang zamen sekarang yang lebih mengutamakan gawai. Mereka memilih informasi yang serba cepat saji daripada yang lengkap matang, dan membaca berita-berita singkat tanpa melibatkan sumber yang dapat dipercaya serta membaca cerita yang dangkal dan tidak merangsang daya nalar dan imajinasi. Meskipun demikian, ternyata masih banyak putra-putri bangsa yang berupaya untuk mempertahankan dan menegaskan eksistensi bahasa Indonesia. Ada beberapa elemen masyarakat yang senantiasa berupaya mengembangkan serta menjaga eksistensinya. Mereka sadar bahwa bahasa dan sastra merupakan cerminan kekhasan bangsa sekaligus unjuk pemikiran manusia. Jika bahasa dan sastra Indonesia masih terus ada bahkan mampu mendunia, itu artinya bangsa Indonesia memiliki pemahaman yang cerdas mengenai budaya negerinya. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan dan membudayakan literasi. Literasi hendaknya menjadi tradisi yang terus menerus mengikat guna menciptakan ketertarikan yang memang mampu disenangi dan diminati semua orang. Lebih lagi, harus diakui bahwa tidak semua orang punya minat dan bakat yang sama terhadap dunia literasi. Ada yang hanya suka menulis, suka membaca, atau bahkan tidak keduanya. Cara yang paling efisien adalah menumbuh kan kesadaran, paling tidak, agar individu maupun kelompok yang ada memahami betapa pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Apa yang dirasakan penulis pada bacaan di atas?
Bacaan untuk soal nomor 3 dan seterusnya
Amaranila, dokter kulit dan kecantikan, berkeinginan untuk mengajak masyarakat luas peduli dengan lingkungan, terutama limbah sedotan plastik. la merancang sendiri sedotan pakai ulang dari bahan kaca yang menjadi sedotan kaca pertama buatan Indonesia yang memiliki standard alat Lab Kedokteran, "Saya meminta rekan saya yang biasa memproduksi alat-alat kedokteran dan laboratorium untuk membuat sedotan dari baban kaca. Awalnya mereka ketawa, buat apa sih bu alat begini, saya sendiri yang ajari, mulai dari ukuran sampai tingkat ketebalan," ungkapnya. Amaranila memilih membuat sedotan pakai ulang dari bahan kaca karena dinilainya lebih higienis dan tahan lama. Sedotan itu akan dipasarkan sepasang dengan sikat bulu sebagai alat pembersih sedotan. Sikat yang digunakan untuk membersihkan sedotannya terbuat dari bahan alami berupa bulu sapi atau bulu kuda. "Karena terbuat dari kaca, jadi bisa terlihat apakah bersih atau kotor bagian dalamnya, dan saya juga merancang sikat pembersihnya agar benar-benar pas sehingga bisa membersihkan secara sempurna," tambahnya lagi. Sementara itu, komunitas peduli lingkungan di Gianyar, Bali menjadi salah satu komunitas yang memproduksi sedotan pakai ulang dari bambu. Dengan nama Griya Luhu, mereka memilih menggunakan bambu buluh yang berdiameter kecil sebagai bahan utama sedotan mereka. Mandhara Brasika, pendiri Griya Luhu mengatakan, awalnya sedotan bambu yang mereka buat hanya ditujukan sebagai barang souvenir. Bahan baku yang melimpah dan proses pembuatan yang sederhana membuat harga sedotan dari bambu buluh lebih terjangkau oleh pemilik hotel dan rumah makan lokal dibanding mereka menyediakan sedotan pakai ulang dari steinless steel atau kaca untuk memenuhi tuntutan. Mandhara mengatakan jika sedotan bambu buluh dirawat dengan baik, berarti sedotan tersebut bisa bertahan 3 bulan atau maksimal 6 bulan. Sejak setahun terakhir sedotan tersebut banyak diminati pengelola hotel dan restoran di Pulau Dewata dan sejumlah kota lainnya "Karena Bali daerah wisata dan banyak tamu yang datang itu bule, mereka sudah paham bahaya limbah sedotan plastik dan sering menolak atau meminta sedotan pakai ulang. Jadi, ketika tahu ada sedotan bambu, pemilik dan pengelola hotel banyak memesannya baik untuk digunakan di tempat mereka maupun untuk souvenir;" kata Mandhara.
(diadaptasi dari http://nationalgeographic.grid.id) Topik yang mungkin dibahas pada paragraf berikutnya adalah ...
Bacaan untuk soal nomor 4 dan seterusnya
Hutan bakau Vietnam dipenuhi dengan kantung plastik; seekor paus di Thailand mati akibat menelan sampah plastik dan limbah menyelimuti pantai-pantai Indonesia. Semua ini merupakan gambaran suram mengenai krisis plastik yang mencengkeram Asia. Ada sekitar delapan juta ton sampah plastik yang mengambang di laut setiap tahunnya. Kira-kira, per menit, ada satu truk sampah plastik yang dibuang ke sana. Lebih dari setengah jumlah tersebut berasal dari negara-negara di Asia. Banyak negara di Asia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup cepat di Asia. Hal ini membuat banyak plastik diproduksi digunakan satu kali, lalu dibuang. Sayangnya, ini tidak didukung dengan pengelolaan sampah yang baik. Kita sedang berada dalam krisis polusi plastik. Kita bisa melihatnya setiap hari di sungai, di laut dan rasanya perlu melakukan sesuatu untuk menguranginya. Tidak hanya merusak pemandangan, plastik juga dapat membunuh kehidupan laut. Minggu lalu, seekor paus ditemukan tewas di Thailand Selatan dengan 80 kantung plastik dalam perutnya. Selain itu, burung laut dan kura-kura juga mati akibat menelan plastik. Para ahli mengatakan, ancaman sampah plastik juga ada yang tidak terlihat. Mikroplastik-potongan-potongan kecil dari sampah plastik besar yang mudah menyerap racun-ditemukan pada air tawar, air tanah, dan di dalam tubuh ikan yang biasa kita makan sehari-hari. Hal ini mengkhawatirkan para nelayan. Sangat tidak menyenangkan melihat orang-orang membuang sampahnya di tepi pantai. Ini juga berbahaya bagi anak-anak. Di hutan bakau terdekat, petani sering menggali lumpur hangat untuk mencari siput atau udang, tetapi malah sampah plastik yang ia temukan. "Sulit bagi kami untuk bekerja di sini, karena tidak menemukan udang dan ikan," kata seorang nelayan. Satu kilometer dari sana, sepanjang pantai dipenuhi dengan sandal, plastik biskuit, bungkus pasta gigi, kotak jus, perkakas rumah, jaring ikan, baju bekas, hingga sisa-sisa pembakaran sampah.
(Diadaptasi dari http://nationalgeographicgrid.id/) Topik yang mungkin dibahas pada paragraf berikutnya adalah ....
Bacaan untuk soal nomor 5 dan seterusnya
Amaranila, dokter kulit dan kecantikan, berkeinginan untuk mengajak masyarakat luas peduli dengan lingkungan, terutama limbah sedotan plastik. la merancang sendiri sedotan pakai ulang dari bahan kaca yang menjadi sedotan kaca pertama buatan Indonesia yang memiliki standard alat Lab Kedokteran, "Saya meminta rekan saya yang biasa memproduksi alat alat kedokteran dan laboratorium untuk membuat sedotan dari bahan kaca. Awalnya mereka ketawa, buat apa sih bu alat begini, saya sendiri yang ajari, mulai dari ukuran sampai tingkat ketebalan," ungkapnya. Amaranila memilih membuat sedotan pakai ulang dari bahan kaca karena dinilainya lebih higienis dan tahan lama. Sedotan itu akan dipasarkan sepasang dengan sikat bulu sebagai alat pembersih sedotan. Sikat yang digunakan untuk membersihkan sedotannya terbuat dari bahan alami berupa bulu sapi atau bulu kuda. "Karena terbuat dari kaca, jadi bisa terlihat apakah bersih atau kotor bagian dalamnya, dan saya juga merancang sikat pembersihnya agar benar-benar pas sehingga bisa membersihkan secara sempurna," tambahnya lagi. Sementara itu, komunitas peduli lingkungan di Gianyar, Bali menjadi salah satu komunitas yang memproduksi sedotan pakai ulang dari bambu. Dengan nama Griya Luhu, mereka memilih menggunakan bambu buluh yang berdiameter kecil sebagai bahan utama sedotan mereka. Mandhara Brasika, pendiri Griya Luhu mengatakan, awalnya sedotan bambu yang mereka buat hanya ditujukan sebagai barang souvenir. Bahan baku yang melimpah dan proses pembuatan yang sederhana membuat harga sedotan dari bambu buluh lebih terjangkau oleh pemilik hotel dan rumah makan lokal dibanding mereka menyediakan sedotan pakai ulang dari stainless steel atau kaca untuk memenuhi tuntutan. Mandhara mengatakan jika sedotan bambu buluh dirawat dengan baik, berarti sedotan tersebut bisa bertahan 3 bulan atau maksimal 6 bulan. Sejak setahun terakhir sedotan tersebut banyak diminati pengelola hotel dan restoran di Pulau Dewata dan sejumlah kota lainnya "Karena Bali daerah wisata dan banyak tamu yang datang itu bule, mereka sudah paham bahaya limbah sedotan plastik dan sering menolak atau meminta sedotan pakai ulang. Jadi, ketika tahu ada sedotan bambu, pemilik dan pengelola hotel banyak memesannya baik untuk digunakan di tempat mereka maupun untuk souvenir," kata Mandhara.
Pada awalnya tujuan penggunaan sedotan bambu sebagaimana dinyatakan pada bacaan di atas sama dengan ....
Bacaan untuk soal nomor 6 dan seterusnya
Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang tidak diskriminatif. Dalam konteks pendidikan inklusi, anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Untuk mewujudkan pendidikan inklusi tersebut, pemerintah menetapkan sejumlah sekolah umum yang wajib menyelenggarakan pendidikan inklusi. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusi adalah sekolah-sekolah umum yang menerima dan memberikan layanan khusus kepada ABK tanpa diskriminasi. Di sekolah ini, ABK diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bersosialisasi. Semua anak memiliki hak sama dalam mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali ABK. Semua pihak bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hak anak tersebut dapat dipenuhi sebagaimana mestinya. Pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru, maupun tenaga kejendidikan, berperan penting dalam mewujudkan terpenuhinya hak pendidikan bagi semua anak tanpa ada $ [\ldots] $ . Melalui pendidikan inklusi tersebut, kita dapat menyukseskan pendidikan untuk semua atau dikenal dengan EFA (Education For All), yaitu pendidikan yang merata untuk semua lapisan masyarakat tanpa membecasan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Dengan demikian, pendidikan menjadi hak dasar yang harus dimiliki semua anak tanpa kecuali. Semeztara itu, persepsi atau jandangan masyaraka terhadap ABK perlu diluruskan. Masyarakat perlu diberika. pemahaman bahwa ABK dapat diterima di sekolah umum.
(diadoptasi dari htps://www.kompasiana.com Kata 'khureus' pada paragraf 2 memiliki makna yang sama dengan kata ...
Bacaan untuk soal nomor 7 dan seterusnya
Penyebaran fitnah dan berita palsu yang marak disinyalir terkait dengan literasi dan apresiasi masyarakat terhadap kesusastraan. Apresiasi merupakan aktivitas memahami, menginterpretasi, menilai, dan pada akhirnya memproduksi sesuatu yang sejenis dengan karya yang diapresiasi. Dengan demikian, kegiatan apresiasi tidak hanya bersifat reseptif tetapi yang lebih penting adalah apresiasi juga bersifat produktif. Penghargaan terhadap karya sastra mulai memudar seiring dengan minat masyarakat terhadap informasi informasi singkat. Informasiinformasi singkat ini kehilangan kelengkapannya sehingga terkadang dipakai sebagai media untuk memuluskan keinginan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengajaran sastra di lembaga pendidikan formal idealnya tidak hanya sebatas pada mempelajari teks sastra berdasarkan aliran-aliran tertentu untuk dipahami dan diinterpretasikan. Pengajaran sastra harus diarahkan pada kegiatan membaca karya sastra, mengakrabkan peserta didik pada kesusastraan dan menghargai karya sastra sehingga mereka benar-benar mengalami dan masuk ke dalam ranah sastra. Di sisi lain, pengajaran sastra juga harus berfokus pada pendidik. Tujuannya adalah agar guru memiliki kemampuan dan kapabilitas yang memadai untuk mendampingi peserta didik memahami sastra. Selain pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan, kurikulum juga diharapkan tidak menuntut pemberlakuan satu metode pembelajaran tertentu tetapi harus memberikan kesempatan pada guru untuk menggunakan berbagai metode secara bervariasi dalam penyajian materi tertentu agar tujuan pembelajaran dapat dicapai. Berangkat dari hal ini maka orientasi pada pengajaran konsep teori sastra dan sejarah sastra tampaknya sudah saatnya dikurangi. Yang lebih dipentingkan saat ini tampaknya adalah pengakraban peserta didik terhadap karya sastra sehingga mereka mampu menikmati, mengkritik, dan menciptakan karya sastra sendiri. Sekolah harus selalu melakukan kajian dan inovasi berkelanjutan agar dapat menjadi tempat yang baik bagi upaya menghidupkan sastra. Keberhasilan sekolah dalam hal ini akan membawa perubahan bagi perkembangan pengetahuan siswa dan guru dalam dunia literasi. Membimbing siswa dalam dunia literasi tidak ubahnya seperti membawa mereka memasuki taman bunga. Guru harus mampu membuat siswa merasa nyaman dan senang ketika memasukinya. Jika strategi ini terealisasikan dengan baik maka bukan tidak mungkin harkat dan martabat bangsa Indonesia akan semakin terangkat dalam percaturan kebudayaan di dunia.
(Diadaptasi dari http//agupena.or.id/) Paragraf 2 pada bacaan di atas berfungsi untuk....
Gunakan bacaan yang sama seperti soal nomor 7.
(Diadaptasi dari http//agupena.or.id/) Jika dikaitkan dengan paragraf 2 bacaan di atas, paragraf tiga berisi ....
Gunakan bacaan yang sama seperti soal nomor 1.
Terkait dengan ilustrasi yang dipaparkan pada paragraf 2 pada bacaan di atas, paragraf 3 berfungsi mengakomodasi keinginan penulis untuk ....
Gunakan bacaan yang sama seperti soal nomor 1.
Apa fungsi paragraf 2 pada bacaan di atas?
Gunakan bacaan yang sama seperti soal nomor 4.
(Diadaptasi dari http://nationalgeographicgrid.id/) Masalah yang dihadapi nelayan pada bacaan di atas sama dengan kesulitan yang dialami ....
Bacaan untuk soal nomor 12 dan seterusnya
$ { }^{1} $ Masalah yang dihadapi dalam praktik budi daya padi semakin beragam. $ { }^{2} $ Konversi lahan sawah di sentra penghasil padi terus berlangsung. $ { }^{3} $ Perubahan iklim global yang berdampak terhadap anomali iklim mendorong perkembangan hama dan penyakit yang mengancam keselamatan produksi padi. $ { }^{4} $ Akibatnya, hasil produksi pertanian mengalami penurunan. Penurunan itu terjadi karena biaya perlindungan tanaman padi dari hama penyakit semakin tinggi. $ { }^{6} \mathrm{Di} $ Indonesia, penyakit penting tanaman padi ialah hawar daun bakteri, penyakit tungro, bercak daun pyricularia, busuk batang, hawar pelepah daun, kerdil hampa, dan kerdil rumput. $ { }^{7} $ Kehilangan hasil padi akibat gangguan hawar daun bakteri berkisar 15-24%. $ { }^{8} $ Pada tahun 2010, penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput mewabah, (...) menyebabkan gagal panen di beberapa sentra penghasil padi di Pulau Jawa. $ { }^{9} $ Melindungi tanaman padi dari gangguan penyakit merupakan usaha yang tidak (...) dari pengelolaan ekosistem pertanian padi. $ { }^{10} $ Produksi padi berperan penting untuk memenuhi kebutuhan sehingga kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan tanaman harus ditingkatkan dalam sistem produksi. $ { }^{11} $ Perlindungan tanaman padi dari gangguan penyakit idealnya berpangkal pada prinsip keseimbangan lingkungan. $ { }^{12} $ Dalam usaha perlindungan tersebut tidak terlepas dari kegiatan manusia dalam memanipulasi komponen lingkungan yang memengaruhi perkembangan penyakit itu sendiri. (Diadaptasi dari Jurnal Litbang Pertanian Volume 37 Nomor 1 Juni 2018 h/m. 1-2)
Apa judul yang paling tepat untuk tulisan di atas?
Bacaan untuk soal nomor 13 dan seterusnya
Hutan bakau Vietnam dipenuhi dengan kantung plastik; seekor paus di Thailand mati akibat menelan sampah plastik dan limbah menyelimuti pantai-pantai Indonesia. Semua ini merupakan gambaran suram mengenai krisis plastik yang mencengkeram Asia. Ada sekitar delapan juta ton sampah plastik yang mengambang di laut setiap tahunnya. Kira-kira, per menit, ada satu truk sampah plastik yang dibuang ke sana. Lebih dari setengah jumlah tersebut berasal dari negara-negara di Asia. Banyak negara di Asia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup cepat di Asia. Hal ini membuat banyak plastik diproduksi digunakan satu kali, lalu dibuang. Sayangnya, ini tidak didukung dengan pengelolaan sampah yang baik. Kita sedang berada dalam krisis polusi plastik. Kita bisa melihatnya setiap hari di sungai, di laut dan rasanya. perlu melakukan sesuatu untuk menguranginya. Tidak hanya merusak pemandangan, plastik juga dapat membunuh kehidupan laut. Minggu lalu, seekor paus ditemukan tewas di Thailand Selatan dengan 80 kantung plastik dalam perutnya. Selain itu, burung laut dan kura-kura juga mati akibat menelan plastik. Para ahli mengatakan, ancaman sampah plastik juga ada yang tidak terlihat. Mikroplastik-potongan-potongan kecil dari sampah plastik besar yang mudah menyerap racun ditemukan pada air tawar, air tanah, dan di dalam tubuh ikan yang biasa kita makan seharihari. Hal ini mengkhawatirkan para nelayan. Sangat tidak menyenangkan melihat orangorang membuang sampahnya di tepi pantai. Ini juga berbahaya bagi anak-anak. Di hutan bakau terdekat, petani sering menggali lumpur hangat untuk mencari siput atau udang, tetapi malah sampah plastik yang ia temukan. "Sulit bagi kami untuk bekerja di sini, karena tidak menemukan udang dan ikan," kata seorang nelayan. Satu kilometer dari sana, sepanjang pantai dipenuhi dengan sandal, plastik biskuit, bungkus pasta gigi, kotak jus, perkakas rumah, jaring ikan, baju bekas, hingga sisa-sisa pembakaran sampah.
(Diodaptasi dori http://nationalgeographicgrid.id// Berdasarkan bacaan di atas, apa yang akan terjadi kemudian jika pembuangan plastik terus-menerus dilakukan?
Bacaan untuk soal nomor 14 dan seterusnya
Fenomena pernikahan usia dini telah berkurang di berbagai negara dalam tiga dekade terakhir. Namun, fenomena tersebut masih banyak terjadi di negara berkembang, Indonesia menempati urutan ke- 37 dari 158 negara di dunia yang memiliki kasus pernikahan usia dini yang tinggi. Sementara itu, di antara negara ASEAN, Indonesia menempati urutan kedua setelah Kamboja (UN DESA, 2011). Berdasarkan hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKl) tahun 2012, 17 persen perempuan yang berusia $ 20-24 $ tahun melaporkan bahwa mereka menikah sebelum berusia 18 tahun dan 3 persen lainnya menikah sebelum berusia 15 tahun. Pernikahan usia dini memiliki beberapa dampak negatif. Semua perempuan yang menikah di usia dini berisiko tinggi untuk bercerai. Hal tersebut dipicu oleh perkembangan emosi yang masih belum matang. Sebagian dari perempuan yang berisiko tinggi untuk bercerai mengalami kekerasan dalam rumah tangga Selain itu, anak perempuan berusia 10-14 tahun berisiko lima kali lipat untuk meninggal saat hamil maupun bersalin dibandingkan kelompok usia 20-24 tahun, sementara risiko ini meningkat dua kali lipat pada kelompok usia 15-19 tahun. Ditemukan pula bahwa 14 persen bayi yang lahir dari ibu berusia remaja di bawah 17 tahun adalah prematur. Menurut Nurhayati (2015), pengetahuan akan dampak pernikahan usia dini berkontribusi kuat terhadap sikap dan pengambilan keputusan untuk menikah di usia dini. Semakin tinggi pengetahuan perempuan tentang dampak tersebut, sikap terhadap pernikahan usia dini semakin negatif. Ketika seorang perempuan memiliki sikap negatif lerhadap pernikahan usia dini, keputusan mereka untuk melakukan pernikahan tersebut dapat dicegah. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan yang sikapnya negatif terhadap pemikahan dini akan memiliki kemungkinan kecil untuk melakukan pernikahan dini. Salah satu alasannya adalah perempuan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Biasanya, kelompok ini adalah mereka yang tinggal di kota besar.
Simpulan apa yang dapat ditarik dari paragraf 3 ?
Bacaan untuk soal nomor 15 dan seterusnya
Amaranila, dokter kulit dan kecantikan, berkeinginan untuk mengajak masyarakat luas peduli dengan lingkungan, terutama limbah sedotan plastik. la merancang sendiri sedotan pakai ulang dari bahan kaca yang menjadi sedotan kaca pertama buatan Indonesia yang memiliki standard alat Lab Kedokteran, "Saya meminta rekan saya yang biasa memproduksi alat-alat kedokteran dan laboratorium untuk membuat sedotan dari baban kaca. Awalnya mereka ketawa, buat apa sih bu alat begini, saya sendiri yang ajari, mulai dari ukuran sampai tingkat ketebalan," ungkapnya. Amaranila memilih membuat sedotan pakai ulang dari bahan kaca karena dinilainya lebih higienis dan tahan lama. Sedotan itu akan dipasarkan sepasang dengan sikat bulu sebagai alat pembersih sedotan. Sikat yang digunakan untuk membersihkan sedotannya terbuat dari bahan alami berupa bulu sapi atau bulu kuda. "Karena terbuat dari kaca, jadi bisa terlihat apakah bersih atau kotor bagian dalamnya, dan saya juga merancang sikat pembersihnya agar benar-benar pas sehingga bisa membersihkan secara sempurna," tambahnya lagi. Sementara itu, komunitas peduli lingkungan di Gianyar, Bali menjadi salah satu komunitas yang memproduksi sedotan pakai ulang dari bambu. Dengan nama Griya Luhu, mereka memilih menggunakan bambu buluh yang berdiameter kecil sebagai bahan utama sedotan mereka. Mandhara Brasika, pendiri Griya Luhu mengatakan, awalnya sedotan bambu yang mereka buat hanya ditujukan sebagai barang souvenir. Bahan baku yang melimpah dan proses pembuatan yang sederhana membuat harga sedotan dari bambu buluh lebih terjangkau oleh pemilik hotel dan rumah makan lokal dibanding mereka menyediakan sedotan pakai ulang dari steinless steel atau kaca untuk memenuhi tuntutan. Mandhara mengatakan jika sedotan bambu buluh dirawat dengan baik, berarti sedotan tersebut bisa bertahan 3 bulan atau maksimal 6 bulan. Sejak setahun terakhir sedotan tersebut banyak diminati pengelola hotel dan restoran di Pulau Dewata dan sejumlah kota lainnya "Karena Bali daerah wisata dan banyak tamu yang datang itu bule, mereka sudah paham bahaya limbah sedotan plastik dan sering menolak atau meminta sedotan pakai ulang. Jadi, ketika tahu ada sedotan bambu, pemilik dan pengelola hotel banyak memesannya baik untuk digunakan di tempat mereka maupun untuk souvenir;" kata Mandhara. (diadaptasi dari http://nationalgeographic.grid.id)
Berdasarkan bacaan di atas, dampak yang sangat mungkin muncul terhadap penggunaan sikat yang terbuat dari bahan alami bulu binatang untuk membersihkan botol tempat minuman bayi adalah ....
Gunakan bacaan yang sama seperti soal nomor 2.
Kata 'Mereka' pada paragraf 2 mengacu pada ...
Bacaan untuk soal nomor 17 dan seterusnya
Pendidikan inklusi merupakan pendidikan yang tidak diskriminatif. Dalam konteks pendidikan inklusi, anak mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Untuk mewujudkan pendidikan inklusi tersebu pemerintah menetapkan sejumlah sekolah umum yang wajib menyelenggarakan pendidikan inklusi. Sekolah penyelenggara pendidikan inklusi adalah sekolah-sekolah umum yang menerima dan memberikan layanan khusus kepada ABK tanpa diskriminasi. Di sekolah ini, ABK diberi kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bersosialisasi. Semua anak memiliki hak sama dalam mendapatkan pendidikan, tidak terkecuali ABK. Semu: pihak bertanggung jawab untuk memastikan bahwa hal anak tersebut dapat dipenuhi sebagaimana mestinya. Pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru, maupun tenaga kependidikan, berperan penting dalam mewujudkan terpenuhinya hak pendidikan bagi semua anak tanpa ada [...]. Melalui pendidikan inklusi tersebut, kita dapat menyukseskan pendidikan untuk semua atau dikenal dengan EFA (Education For All), yaitu pendidikan yang merata untuk semua lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Dengan demikian, pendidikan menjadi hak dasar yang harus dimiliki semua anak tanpa kecuali. Sementara itu, persepsi atau pandangan masyarakat terhadap ABK perlu diluruskan. Masyarakat perlu diberikat pemahaman bahwa ABK dapat diterima di sekolah umum. (diadaptasi dari https://www.kompasiana.com)
Lawan kata 'diterima' ' paragraf 5 adalah ...
Bacaan untuk soal nomor 18 dan seterusnya
Amaranila, dokter kulit dan kecantikan, berkeinginan untuk mengajak masyarakat luas peduli dengan lingkungan, terutama limbah sedotan plastik. la merancang sendiri sedotan pakai ulang dari bahan kaca yang menjadi sedotan kaca pertama buatan Indonesia yang memiliki standard alat Lab Kedokteran, "Saya meminta rekan saya yang biasa memproduksi alat alat kedokteran dan laboratorium untuk membuat sedotan dari bahan kaca. Awalnya mereka ketawa, buat apa sih bu alat begini, saya sendiri yang ajari, mulai dari ukuran sampai tingkat ketebalan," ungkapnya. Amaranila memilih membuat sedotan pakai ulang dari bahan kaca karena dinilainya lebih higienis dan tahan lama. Sedotan itu akan dipasarkan sepasang dengan sikat bulu sebagai alat pembersih sedotan. Sikat yang digunakan untuk membersihkan sedotannya terbuat dari bahan alami berupa bulu sapi atau bulu kuda. "Karena terbuat dari kaca, jadi bisa terlihat apakah bersih atau kotor bagian dalamnya, dan saya juga merancang sikat pembersihnya agar benar-benar pas sehingga bisa membersihkan secara sempurna," tambahnya lagi. Sementara itu, komunitas peduli lingkungan di Gianyar, Bali menjadi salah satu komunitas yang memproduksi sedotan pakai ulang dari bambu. Dengan nama Griya Luhu, mereka memilih menggunakan bambu buluh yang berdiameter kecil sebagai bahan utama sedotan mereka. Mandhara Brasika, pendiri Griya Luhu mengatakan, awalnya sedotan bambu yang mereka buat hanya ditujukan sebagai barang souvenir. Bahan baku yang melimpah dan proses pembuatan yang sederhana membuat harga sedotan dari bambu buluh lebih terjangkau oleh pemilik hotel dan rumah makan lokal dibanding mereka menyediakan sedotan pakai ulang dari steinless steel atau kaca untuk memenuhi tuntutan. Mandhara mengatakan jika sedotan bambu buluh dirawat dengan baik, berarti sedotan tersebut bisa bertahan 3 bulan atau maksimal 6 bulan. Sejak setahun terakhir sedotan tersebut banyak diminati pengelola hotel dan restoran di Pulau Dewata dan sejumlah kota lainnya "Karena Bali daerah wisata dan banyak tamu yang datang itu bule, mereka sudah paham bahaya limbah sedotan plastik dan sering menolak atau meminta sedotan pakai ulang. Jadi, ketika tahu ada sedotan bambu, pemilik dan pengelola hotel banyak memesannya baik untuk digunakan di tempat mereka maupun untuk souvenir," kata Mandhara.
Makna pada kalimat 'Karena Bali daerah wisata dan banyak tamu yang datang itu bule, mereka sudah paham bahaya limbah sedotan plastik dan sering menolak atau meminta sedotan pakai ulang' pada paragraf 5 bacaan di atas sama dengan ....
Membaca teks panjang berbahasa Indonesia lalu menyimpulkan gagasan utama, sikap penulis, dan makna tersirat.
Mau latihan Literasi Bahasa Indonesia yang lebih banyak? Buka semua paket LBI di halaman Latihan.
Soal asli. Paket ini berisi 18 soal Literasi Bahasa Indonesia yang keluar di UTBK SNBT 2019, bukan soal karangan, bukan rekonstruksi, dan tingkat kesulitannya tidak diturunkan.
Bisa. Seluruh 18 soal beserta pilihan jawabannya tampil di halaman ini tanpa perlu daftar atau login. Yang berbayar adalah mode pengerjaannya, bukan naskah soalnya.
Kunci jawaban dan pembahasan tiap nomor terbuka setelah kamu mengerjakan paket ini memakai akun Pintarly Premium. Keduanya sengaja tidak ditampilkan di halaman ini supaya kamu bisa mengukur kemampuanmu sendiri dulu.
Kamu bisa mengerjakan paket ini dengan timer, mendapat skor beserta analisis per topik, membuka pembahasan tiap nomor, dan mengulang paketnya sebanyak yang kamu mau.
Ada. Arsip Soal Asli Pintarly memuat paket UTBK SNBT dari beberapa tahun untuk ketujuh subtes, termasuk Literasi Bahasa Indonesia. Semuanya bisa dibaca gratis lewat halaman arsip.