Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah bayangin gimana caranya insinyur ngukur tinggi Monas tanpa harus manjat bawa-bawa meteran?
Bayangkan garis imajiner ditarik dari mata pengamat lurus ke puncak Monas, dan satu garis lagi mendatar ke dasar Monas. Tada! Terbentuklah segitiga siku-siku.
Rahasia segitiga ini ajaib! Kalau kamu mundur seratus meter, lalu melihat puncak dengan sudut empat puluh lima derajat, tinggi Monas pasti sama persis: seratus meter!
Tapi gimana kalau sudutnya lebih kecil? Misalnya tiga puluh derajat. Tingginya jadi seratus dikali nol koma lima tujuh, atau sekitar lima puluh tujuh meter. Angka pengali ini sudah konstanta baku!
Ilmu yang mempelajari rasio sisi dan sudut ini disebut Trigonometri. Hubungan sisi Depan dan Samping tadi namanya Tangen. Ingat jembatan keledainya: Sin De Mi, Cos Sa Mi, Tan De Sa!
Awas jebakan! Sisi 'Depan' tak selalu vertikal. Jika segitiganya diputar rebah, sisi 'Depan' adalah garis yang posisinya persis berseberangan dengan sudut acuanmu.
Jadi, dengan rumus Tangen, kamu bisa mengukur tinggi Monas cuma modal busur derajat untuk sudut, dan langkah kaki untuk menghitung jarak mendatar!