Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah pusing menentukan mana yang lebih besar antara bentuk desimal kuadrat, persentase, dan pecahan saat ujian UTBK? Strategi jitunya: ubah semua ke bentuk desimal dengan minimal tiga angka di belakang koma!
Kita mulai dari bilangan pertama. Hati-hati jebakan, nol koma enam dikuadratkan bukan tiga koma enam! Hasilnya adalah nol koma tiga enam. Lalu kurangi nol koma satu tujuh, hasilnya nol koma satu sembilan nol.
Lanjut ke bilangan kedua, selesaikan bagian akar dulu. Sepuluh bagi dua itu lima, dikali lima jadi dua puluh lima. Akar dari dua puluh lima adalah lima.
Sekarang bagian persentasenya. Ubah sembilan puluh enam koma lima persen menjadi desimal nol koma sembilan enam lima. Lalu bagikan dengan lima hasil akar tadi, kita dapat nol koma satu sembilan tiga.
Untuk bilangan ketiga, jangan langsung jumlahkan atas dan bawah! Kita harus samakan penyebutnya dengan kali silang, sehingga menjadi sebelas tambah sepuluh per seratus sepuluh. Hasilnya dua puluh satu per seratus sepuluh.
Ubah pecahan ini ke desimal dengan pembagian bersusun. Dua puluh satu dibagi seratus sepuluh hasilnya berulang, nol koma satu sembilan nol sembilan nol sembilan. Kita ambil empat digit, nol koma satu sembilan nol sembilan.
Mari kita jejerkan ketiganya. Jangan terkecoh panjang digit! Tambahkan angka nol agar adil menjadi empat digit di belakang koma. Jika kita buat grafiknya, terlihat jelas perbedaannya.
Sekarang urutkan dari yang terkecil di garis bilangan. Bilangan pertama paling kecil, disusul bilangan ketiga, dan yang terbesar adalah bilangan kedua.
Jadi, urutan yang benar adalah pilihan C. Bentuk angka boleh berbeda, tapi dengan menyamakan wujudnya ke desimal seragam, perbandingan jadi sangat mudah!