Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah bayangkan apa yang terjadi pada harga barang dan total produksi negara kalau tiba-tiba investasi asing masuk besar-besaran, tapi di saat bersamaan bahan baku malah langka?
Mari kita lihat tabel simulasi ini. Ada Harga atau P, Agregat Demand atau AD, dan Agregat Supply atau AS. Saat P seratus, AD lima ratus tapi AS cuma tiga ratus.
Ketemu! Di angka P seratus sepuluh, jumlah permintaan dan penawaran sama-sama empat ratus. Inilah titik keseimbangan awal kita.
Sekarang kita ubah data tabel menjadi kurva silang. Sumbu vertikal P di seratus sepuluh dan horizontal Y di empat ratus bertemu di satu titik potong E satu.
Skenario pertama, ada proyek triliunan masuk! Orang makin kaya, Agregat Demand bertambah seratus lima puluh. Kurva AD geser ke kanan.
Skenario kedua, harga minyak dunia meroket. Pabrik tekor, Agregat Supply berkurang seratus. Kurva AS geser ke kiri.
Hati-hati jebakan! Banyak yang mengira output negara pasti anjlok. Salah! Jika dorongan permintaan lebih besar dari penurunan produksi, Y bisa tetap naik, tapi inflasi meledak.
Kesimpulannya, kurva baru menunjukkan P melompat jauh ke atas. Terjawab sudah, saat uang banyak tapi barang langka, harga barang yang akan menjadi korban utamanya!