Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah nggak kamu disuruh menebak lintasan lemparan bola basket, arah sinar laser, atau jarak pengereman mobil hanya dari sebuah coretan garis di kertas?
Coba bayangkan naik taksi. Buka pintu bayar sepuluh ribu, lalu nambah lima ribu tiap kilometer. Perubahan yang konstan ini kalau digambar akan jadi garis lurus tegak atau mendatar.
Cerita argo taksi tadi adalah contoh fungsi linear. Rumus umumnya y sama dengan m x ditambah c, di mana m adalah kemiringan garis.
Nah, kalau kamu melempar bola basket ke ring, lintasannya naik mencapai puncak lalu turun. Ini namanya grafik parabola, bentuknya melengkung mulus seperti huruf U terbalik.
Kurva parabola ini berasal dari fungsi kuadrat. Persamaannya adalah y sama dengan a x kuadrat ditambah b x ditambah c.
Sekarang bayangkan bola biliar yang memantul tajam di tepi meja. Jaraknya selalu bernilai positif. Bentuk pantulannya kaku seperti huruf V.
Bentuk V ini adalah grafik fungsi mutlak. Rumusnya y sama dengan nilai mutlak x, yang memaksa nilai negatif terlipat ke atas jadi positif.
Lalu ada jarak pengereman mobil. Grafiknya melengkung tapi makin lama makin landai, mirip seperti alis mata. Ini adalah fungsi akar, y sama dengan akar x.
Hati-hati jebakan! Banyak yang mengira grafik mutlak dan kuadrat itu sama. Ingat, kuadrat itu lengkungannya mulus seperti U, sedangkan mutlak itu tajam bersudut seperti V.
Coba kita cocokkan! Garis lurus tegak itu y sama dengan dua x. Yang melengkung U itu y sama dengan x kuadrat min satu. Yang tajam V itu y sama dengan mutlak x, dan yang landai itu y sama dengan akar x.
Jadi ingat ya empat bentuk dasar ini: lurus untuk linear, U untuk kuadrat, V untuk mutlak, dan alis mata untuk akar. Kini coretan garis di kertas bisa menceritakan segalanya!