Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Halo semuanya! Mari kita bongkar Rahasia Es Krim Kaleng melalui materi Penurunan Titik Beku. Pernahkah kalian terpikir, bagaimana es krim bisa membeku hanya dengan bantuan es batu?
Lihat visualisasi pembuatan es krim ini. Di dalam wadah besar berisi es batu, kita letakkan kaleng berisi adonan, lalu kita taburkan butiran-butiran garam di sekeliling es batu tersebut.
Analogi sederhananya adalah 'Si Pengganggu'. Garam sebagai zat terlarut akan menghalangi molekul-molekul air untuk saling berikatan membentuk kristal es, sehingga proses pembekuan terhambat.
Sebelum lanjut, pahami konsep dasar Molalitas. Rumusnya adalah em sama dengan en per pe. Di mana em adalah molalitas dalam mol per kilogram, en adalah mol zat terlarut, dan pe adalah massa pelarut dalam satuan kilogram.
Ada mitos bahwa garam membuat es menjadi lebih dingin. Faktanya, garam tidak mendinginkan es, melainkan menurunkan titik beku air agar es tetap mencair meski suhunya di bawah nol derajat celsius.
Rumus utama penurunan titik beku adalah delta te ef sama dengan ka ef dikali em dikali i. Delta te ef adalah besar penurunan suhu, ka ef adalah tetapan molal air yaitu satu koma delapan enam, em adalah molalitas, dan i adalah faktor van't hoff.
Mengapa titik beku bisa turun? Pertama, partikel terlarut mengganggu ikatan pelarut. Akibatnya, dibutuhkan suhu yang lebih rendah lagi untuk membeku. Intinya, semakin banyak partikel, semakin rendah suhunya.
Jangan lupa faktor van't hoff. Garam dapur atau en a ce el terurai menjadi ion en a plus dan ce el minus, sehingga jumlah ionnya dua dan i-nya dua. Sedangkan gula adalah non-elektrolit dengan nilai i sama dengan satu.
Untuk mencari suhu akhir campuran, rumusnya adalah te ef larutan sama dengan te ef murni dikurang delta te ef. Karena titik beku air murni adalah nol derajat celsius, maka rumusnya menjadi nol dikurang delta te ef.
Perhatikan perpindahan kalornya. Kalor berpindah dari adonan es krim di dalam kaleng menuju campuran es dan garam di luar. Karena adonan melepas kalor, maka adonan tersebut perlahan akan membeku.
Contoh satu: Larutan gula. Jika kita punya larutan gula satu molal, maka delta te ef-nya adalah satu koma delapan enam dikali satu dikali satu, yang hasilnya sama dengan satu koma delapan enam derajat celsius.
Contoh dua: Efek garam dapur. Pada larutan en a ce el satu molal, karena terurai menjadi dua ion atau i sama dengan dua, maka delta te ef-nya menjadi tiga koma tujuh dua derajat celsius. Lebih besar dari gula!
Contoh tiga: Mencari suhu akhir. Jika lima koma delapan lima gram en a ce el dilarutkan dalam lima ratus gram air, kita dapatkan nol koma satu mol dan molalitas nol koma dua. Delta te ef-nya nol koma tujuh empat empat, sehingga titik bekunya minus nol koma tujuh empat empat derajat celsius.
Contoh empat: Perbandingan zat terlarut. Mana yang lebih efektif antara satu molal gula atau satu molal ce a ce el dua? Karena ce a ce el dua menghasilkan tiga partikel ion, maka ia tiga kali lebih efektif menurunkan titik beku dibanding gula.
Contoh lima: Aplikasi pada es krim. Jika kita ingin menurunkan suhu hingga minus sepuluh derajat celsius, maka sepuluh sama dengan tiga koma tujuh dua dikali em. Dibutuhkan konsentrasi sekitar dua koma enam sembilan molal.
Aplikasi nyata ini bisa kita lihat pada es puter tradisional. Proses pemutaran kaleng menggunakan gagang bertujuan agar perpindahan panas terjadi secara merata dan es krim membeku sempurna.
Tips cepat untuk u-t-b-k: Hafalkan ka ef air satu koma delapan enam, segera cek nilai i atau jumlah ion, dan bandingkan hasil kali molalitas dengan i.
Hindari kesalahan umum seperti lupa mengalikan dengan i, tertukar antara molalitas dan molaritas, atau salah menghitung jumlah ion zat elektrolit.
Kesimpulannya: Garam menurunkan titik beku air. Gunakan rumus delta te ef sama dengan ka ef dikali em dikali i. Ingat, semakin banyak garam, semakin rendah suhunya!
Sekarang, apakah kalian siap membuat es krim sendiri? Selamat belajar dan semoga sukses menempuh u-t-b-k!