Persiapan PTN
CASN
Mahasiswa
Sekolah
Bayangkan tiga pesawat luar angkasa melesat searah. Pesawat A di belakang, C di depan, dan B di tengah. Kita akan mencari tahu kecepatan pesawat B dari sudut pandang pengamat di Bumi.
Dari Bumi, pesawat A melaju nol koma sembilan c, dan C nol koma delapan c. Kecepatan B belum kita tahu.
Kuncinya di sini: pengamat di pesawat B melihat A dan C mendekat dengan kelajuan yang sama. Artinya, kecepatan relatif A terhadap B sama dengan besarnya kecepatan relatif C terhadap B, tapi arahnya berlawanan.
Nah, kita pakai rumus penjumlahan kecepatan relativistik Einstein. V A B adalah kecepatan A menurut B. V C B adalah kecepatan C menurut B.
Karena V A B sama dengan minus V C B, kita samakan kedua persamaan tadi. Perhatikan tanda minusnya.
Sekarang, kita masukkan angka yang diketahui: V A adalah nol koma sembilan c, dan V C adalah nol koma delapan c.
Setelah disederhanakan, kita dapatkan persamaan kuadrat untuk V B. Dari sini kita bisa selesaikan untuk mencari nilainya.
Hati-hati, jangan terjebak dengan kecepatan klasik. Kalau sekadar dijumlahkan biasa tanpa rumus relativitas, hasilnya pasti salah dan tidak masuk akal.
Jadi, dengan rumus relativitas, kecepatan pesawat B dari sudut pandang Bumi bisa dicari dengan tepat. Ingat, selalu gunakan rumus Einstein jika kecepatannya mendekati kecepatan cahaya.