Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Punya dua batang bambu ukuran dua puluh sentimeter dan enam belas sentimeter, apakah kamu cuma bisa bikin satu bentuk layang-layang saja? Kita punya tiang vertikal dua puluh sentimeter, dan ditanya berapa keliling layang-layangnya.
Mari kita uji pernyataan satu, luasnya seratus enam puluh. Dari luas ini dan diagonal satu dua puluh, kita temukan bambu kedua atau diagonal dua haruslah enam belas sentimeter.
Hati-hati jebakan! Sering dikira tahu dua diagonal otomatis tahu keliling. Lihat grafik ini, titik silang bambu horizontal bisa digeser naik-turun di sumbu y! Pinggirannya bisa berubah panjang, jadi pernyataan satu saja tidak cukup.
Gimana kalau pernyataan dua saja? Kita cuma punya tiang dua puluh sentimeter dan seutas tali pinggir sepuluh sentimeter. Jelas tidak bisa membentuk layang-layang utuh. Pernyataan dua saja juga tidak cukup.
Sekarang kita gabungkan pernyataan satu dan dua! Bambu enam belas sentimeter terbagi dua, jadi delapan sentimeter di tiap sisi. Pinggiran sepuluh sentimeter ini mengunci posisi silang bambu membentuk segitiga siku-siku.
Kita gunakan teorema Pythagoras untuk mencari tinggi potongannya. Ada sisi miring sepuluh dan alas delapan, pasti tinggi potongannya adalah akar dari sepuluh kuadrat kurangi delapan kuadrat, yaitu enam sentimeter.
Tiang vertikal total dua puluh sentimeter, sudah dipakai enam sentimeter di atas, sisanya empat belas sentimeter. Sisi miring bawah adalah akar dari delapan kuadrat tambah empat belas kuadrat, sama dengan akar dua ratus enam puluh.
Karena semua sisi sudah diketahui, kelilingnya pasti bisa dihitung, yaitu sepuluh tambah sepuluh tambah dua akar dua ratus enam puluh. Jawabannya adalah C, butuh dua pernyataan bersama-sama.
Ternyata, dua batang bambu dua puluh sentimeter dan enam belas sentimeter bisa jadi macam-macam bentuk layang-layang. Kita butuh info tambahan panjang satu sisinya untuk mengunci bentuknya dan menghitung kelilingnya!