Pilih jalurmu
Lebih spesifik
Pernah kesal karena harga es boba tiba-tiba naik, tapi kalau kemurahan, eh malah cepat habis diborong orang? Pembeli maunya murah, misalnya sepuluh ribu, tapi penjual maunya mahal, dua puluh lima ribu. Titik temunya adalah keseimbangan.
Supaya pasar tenang, kita butuh titik temu. Secara matematis, syarat wajibnya adalah Kuantitas Diminta atau Q d, harus persis sama dengan Kuantitas Ditawarkan atau Q s.
Nah, dari soal diketahui fungsi permintaan pembeli adalah dua P sama dengan enam puluh kurangi Q. Sedangkan fungsi penawaran penjual adalah Q sama dengan P kurangi lima.
Hati-hati jebakan! Banyak yang langsung menyamakan enam puluh min Q dengan P min lima. Ini salah! Kenapa? Karena bentuknya beda, satu rumus dua P, satu lagi rumus Q.
Kita harus menyeragamkan bentuknya dulu agar bisa dihitung. Persamaan dua P sama dengan enam puluh min Q, kita putar bentuknya menjadi Q sama dengan enam puluh kurangi dua P.
Sekarang eksekusi rumus Q d sama dengan Q s. Masukkan angkanya, enam puluh kurangi dua P sama dengan P kurangi lima. Pindah ruas jadi tiga P sama dengan enam puluh lima, sehingga harga P adalah enam puluh lima per tiga.
Untuk kuantitas Q, substitusi nilai P ke fungsi yang paling gampang, yaitu Q sama dengan P kurangi lima. Masukkan nilai P, samakan penyebut, didapat Q sama dengan lima puluh per tiga.
Kesimpulannya, keseimbangan terjadi pada titik Q koma P, yaitu lima puluh per tiga koma enam puluh lima per tiga. Di titik harga dan jumlah pecahan inilah, antrean pembeli boba dan stok penjual sama-sama impas tanpa sisa!