Jurusan Film dan Televisi
Film dan Televisi (Televisi dan Film) mempelajari produksi konten audio-visual — naskah, penyutradaraan, sinematografi, editing, tata suara, dan produksi televisi.
- Mata kuliah inti
- 10+
- Prospek karier
- 8+
- PTN membuka
- 5+
- Rumpun ilmu
- Seni dan Desain
Setelah 3–5 tahun bisa mencapai Rp 8–15 juta, terutama jika memiliki spesialisasi dan portofolio kuat di industri kreatif.
Estimasi berdasarkan data publik, bukan angka pasti.
Hitung Skor UTBK-mu
Cek apakah skor UTBK kamu cukup untuk jurusan Film dan Televisi — kalkulator gratis, tanpa login.
Atau bandingkan daya tampung Film dan Televisi di semua PTN.
Daya tampung dan keketatan Film dan Televisi SNBT 2026
Film dan Televisi dibuka 3 perguruan tinggi negeri lewat jalur SNBT 2026, dengan total 138 kursi. Persaingannya jauh dari merata.
Di UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA tersedia 30 kursi dan tahun lalu diperebutkan 474 pendaftar, jadi sekitar 1 dari 16 orang diterima. Tabel di bawah menampilkan daya tampung, jumlah peminat, dan tingkat keketatan tiap PTN, diurutkan dari yang paling ketat.
| PTN | Jenjang | Daya tampung | Peminat 2025 | Keketatan |
|---|---|---|---|---|
| UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA | Sarjana | 30 | 474 | 15,8× |
| ISI SURAKARTA | Sarjana | 60 | 319 | 5,3× |
| POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF | Sarjana Terapan | 48 | 203 | 4,2× |
- 15,8×Daya tampung 30Peminat 2025 474
- 5,3×SarjanaDaya tampung 60Peminat 2025 319
- 4,2×POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIFSarjana TerapanDaya tampung 48Peminat 2025 203
PTN dengan persaingan paling ketat
- 15,8×UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
- 5,3×ISI SURAKARTA
- 4,2×POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF
PTN dengan peluang paling lega
- 4,2×POLITEKNIK NEGERI MEDIA KREATIF
- 5,3×ISI SURAKARTA
- 15,8×UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Cara membaca angka keketatan
Keketatan adalah jumlah pendaftar tahun lalu dibagi daya tampung tahun ini, jadi keketatan 59,53 berarti sekitar 1 dari 60 pendaftar yang diterima. Angka ini memakai peminat 2025 karena peminat 2026 baru diketahui setelah pendaftaran ditutup, jadi bacalah sebagai perkiraan tingkat persaingan, bukan jaminan. Keketatan di bawah 1 berarti tahun lalu kursinya lebih banyak daripada pendaftarnya.
Tentang Jurusan Film dan Televisi
Film dan Televisi (Televisi dan Film) mempelajari produksi konten audio-visual — naskah, penyutradaraan, sinematografi, editing, tata suara, dan produksi televisi.
Lulusan Film dan Televisi bekerja di production house, industri film, TV nasional, platform streaming, hingga content house digital. Kebutuhan konten visual terus naik di era OTT.
Mata Kuliah Umum Jurusan Film dan Televisi
Daftar mata kuliah inti yang umum dipelajari mahasiswa Film dan Televisi. Komposisi pastinya bisa sedikit berbeda antar perguruan tinggi.
- •Dasar Film
- •Penulisan Skenario
- •Penyutradaraan
- •Sinematografi
- •Editing Film
- •Tata Suara
- •Produksi TV
- •Dokumenter
- •Sejarah Film
- •Kritik Film
Prospek Kerja Lulusan Film dan Televisi
Pilihan profesi yang umum ditekuni lulusan Film dan Televisi, tersebar di sektor swasta, BUMN, hingga instansi pemerintah.
- ✓Sutradara
- ✓Sinematografer (DOP)
- ✓Editor video
- ✓Penulis skenario
- ✓Produser
- ✓Camera operator
- ✓Sound designer film
- ✓Content creator YouTube
Pilihan Karier Lulusan Film dan Televisi
5 jalur karier berbeda yang umum dipilih lulusan. Tiap kartu menunjukkan satu arah karier beserta tahapan kariernya.
Produksi film
Asisten sutradara, editor, sinematografer di rumah produksi.
- 1Crew/Assistant
- 2Senior crew/DOP/Editor
- 3Director/Producer
TV & streaming
Produser, editor, creative untuk TV dan OTT (Vidio, Netflix).
- 1Junior producer
- 2Producer
- 3Executive producer
Advertising & branded content
Sutradara iklan dan content film korporat.
- 1Junior director
- 2Director/DP
- 3Creative director
Dokumenter & independen
Filmmaker dokumenter, festival circuit.
- 1Assistant director
- 2Director
- 3Producer/Showrunner
Akademisi
Dosen film dan televisi.
- 1Dosen muda
- 2Lektor
- 3Profesor
PTN yang Membuka Jurusan Film dan Televisi
5 perguruan tinggi negeri yang membuka program studi Film dan Televisi menurut data PDDIKTI, mencakup semua jalur masuk, bukan hanya kuota SNBT 2026 di tabel atas. Klik nama kampus untuk melihat profil, akreditasi, dan daftar prodinya.
- Akreditasi BaikFilm dan Televisi · S1 · Jawa Barat
- Akreditasi Baik SekaliFilm dan Televisi · S1 · D.I. Yogyakarta
- Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan TimurFilm dan Televisi · S1 · Kalimantan Timur
- Institut Seni Budaya Indonesia Sulawesi SelatanFilm dan Televisi · S1 · Sulawesi Selatan
- Akreditasi Baik SekaliFilm dan Televisi · S1 · Jawa Tengah
Pertanyaan Umum tentang Jurusan Film dan Televisi
Berapa daya tampung jurusan Film dan Televisi SNBT 2026?
Jurusan Film dan Televisi dibuka 3 perguruan tinggi negeri lewat jalur SNBT 2026, dengan total 138 kursi. Jumlah kursinya berbeda-beda tiap kampus; tabel daya tampung di halaman ini memuat angka per PTN.
PTN mana yang paling ketat untuk jurusan Film dan Televisi?
Berdasarkan peminat 2025, Film dan Televisi paling ketat di UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA: 30 kursi diperebutkan 474 pendaftar, atau 15,8 pendaftar per kursi (sekitar 1 dari 16 orang diterima). Keketatan adalah jumlah pendaftar tahun lalu dibagi daya tampung tahun ini, jadi keketatan 59,53 berarti sekitar 1 dari 60 pendaftar yang diterima.
Apa itu jurusan Film dan Televisi?
Film dan Televisi (Televisi dan Film) mempelajari produksi konten audio-visual — naskah, penyutradaraan, sinematografi, editing, tata suara, dan produksi televisi.
Apa saja prospek kerja lulusan jurusan Film dan Televisi?
Lulusan Film dan Televisi punya banyak pilihan karier, di antaranya Sutradara, Sinematografer (DOP), Editor video, Penulis skenario, Produser, Camera operator, Sound designer film, dan Content creator YouTube. Peluang ini tersebar di sektor swasta, BUMN, maupun instansi pemerintah.
Mata kuliah apa saja yang dipelajari di jurusan Film dan Televisi?
Beberapa mata kuliah inti di jurusan Film dan Televisi antara lain Dasar Film, Penulisan Skenario, Penyutradaraan, Sinematografi, Editing Film, Tata Suara, Produksi TV, Dokumenter, Sejarah Film, dan Kritik Film. Komposisi pastinya bisa berbeda sedikit antar kampus.
Bagaimana jenjang karier lulusan Film dan Televisi?
Secara umum, jenjang karier yang bisa ditempuh lulusan Film dan Televisi berkembang dari Asisten produksi → Director → Senior director → Executive producer → Pemilik PH. Tentu setiap orang bisa menempuh jalur yang berbeda sesuai minat dan kesempatan.
PTN mana saja yang membuka jurusan Film dan Televisi?
Beberapa perguruan tinggi yang membuka program studi terkait Film dan Televisi antara lain UPI, ISI Yogyakarta, Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur, Institut Seni Budaya Indonesia Sulawesi Selatan, dan ISI Surakarta. Lihat daftar lengkap PTN beserta akreditasinya di halaman ini.
Bagaimana cara masuk jurusan Film dan Televisi lewat UTBK/SNBT?
Untuk masuk jurusan Film dan Televisi melalui jalur UTBK/SNBT, kamu perlu mempersiapkan Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Kamu bisa berlatih soal asli UTBK, ikut tryout dengan skor dan ranking, serta belajar lewat video pembahasan secara gratis di Pintarly.
Jurusan Terkait Film dan Televisi
Masih bingung memilih? Bandingkan dengan jurusan lain di rumpun Seni dan Desain berikut ini.
Siapkan UTBK/SNBT untuk masuk Film dan Televisi
Latihan soal asli UTBK, tryout online, dan video pembahasan — semua di satu tempat. Mulai gratis di Pintarly.